Sabtu ini gue punya beberapa janji. Jam stngah10 ngerjain tugas kelompok ekonometrika, jam12.00 ke tempat pembuatan jaket ngurusin bikin jaketnya color guard, jam 15.00 ngumpul lagi ngerjain tugas bisnis international plus ke galeri batik ngomongin kerjasama dengan salah satu pengusaha batik di Jogjakarta, dan malamnya makan bareng sama anak kosan ngerayain ulang tahun mba zara, nadia, dan mba winda.
sekarang udah jam10.00, dan gak ada wujud temen kelompok gue nongol di depan kosan. sms mulai masuk, salah satunya ajakan ngebatalin janji untuk yang jam12.00 nanti. belom lagi, gue baru dikabarin kalo ketemu pemilik galeri nya ini jam17.00 , jam15.00 itu cuman ngumpul dikampus dulu. mungkin buat ngomongin satu dan lain hal. Sedangkan gue jam17.00 harusnya udah ada dikosan buat siap-siap makan ke dim sum. Gue gak mungkin dan gak mau gak ikut (lagi) makan bareng anak kosan soalnya satu tahun kemaren udah gue lewatin dengan.. -ya, tau lah, satu tahun kemaren kerjaan gue cuman eat sleep marching-. terus yang paling ngeselin adalah si pemilik galeri tiba-tiba ngomong kalo dia gabisa jam17.00 tapi jam12.00 siang dan kelompok binal gue semuanya ngilang digrup bb, kagak ada yang bales. Ah!
Maaf..
gue bukan mau menyalahkan temen-temen gue atau siapapun karena ngebatalin janji. Gue cuman kesel. Kesel, kesel, kesel, kesel banget. Gue kesel sama diri gue sendiri. Gue kesel. Kesel, kesel, kesel banget. Gue kesel karena gue gabisa marah. Gue kesel. Gue kesel karena gue punya keterbatasan untuk melakukan semua hal sendirian. Gue bete.
pliss banget. Gue emang bukan siapa-siapa. Mungkin bahkan cuman seorang temen yang gak punya apa-apa. Tapi waktu gue juga berharga banget. Gue juga punya hal yang pengen gua lakuin. Sama kayak kalian. Gue berusaha banget mengedepankan kepentingan kelompok. Tapi kalo terus menerus waktu yang seharusnya dipake buat kerja kelompok dibatalin terus. Kapan mau jadinya? kapan kalian bisa berkorban sedikit aja? Gue gak menyalahkan kalian yang super sibuk doing super very important things, tapi plis banget hargain gue. plis banget. Gue gasuka cuman menunggu kalian dan akhirnya gagal kerja bareng lagi.
Kelompok ekonometri gue belom juga dateng.
mungkin sebaiknya gue tidur.
Sabtu, 12 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
..to be continue
Mungkin benar kata salah seorang teman. Ini waktunya untuk menjadi dewasa dan memiliki mimpi sendiri.
Kamis, 10 Mei 2012
berdoa padaNya
Setiap masalah akan selalu mempunyai jalan keluar.
Setiap keresahan akan menemukan ketenangan.
Setiap kejelekan memiliki kebaikan di dalamnya.
Apakah yang sedang aku jalani saat ini, Tuhan?
Keraguan ini mulai menggangguku.
Aku ingin berada di jalanMu.
Aku ingin berada di jalanMu
Aku ingin berada di jalanMu
Kumohon tuntunlah aku, bawalah aku pada takdir kebaikanMu.
Bantulah aku untuk menemukan ketenangan yang merupakan ujung dari keresahan, bantulah aku menemukan jalan keluar dari setiap masalah, tebarkanlah kebaikan dari setiap hal yang aku lakukan.
(DALAM) KERAGUAN
"Dalam keraguan ini aku berdoa pada-Mu. lindungilah aku dari pengaruh jahat dan bantulah aku agar selalu berjalan pada jalan-Mu, yaAllah."
kewajiban (menyenangi)
Aku tidak menyukai mengerjakan sesuatu yang tidak aku senangi.
dan aku tetap mengerjakannya.
dan aku tetap mengerjakannya.
Mengerti Untuk Dimengerti
Merasakan yang aku rasakan saat ini memanglah tidak mudah. Maka itu, aku akan berusaha mengerti apa yang kamu rasakan. Melapangkan dada juga bukanlah perkara yang mudah, maka itu aku mohon mengertilah tentang apa yang aku rasakan. Kita memang manusia yang memiliki rasa egois, namun hal itu hanya akan menambah deretan masalah yang kita miliki.
Jika memang kita ternyata saling mengerti dan saling mengetahui bahwa ada yang tersimpan rapat dalam hati masing-masing. Bahwa ada sebuah alasan yang terkunci di dalam bibir mengapa kita tidak juga saling mengungkapkan rasa. Tidakkah memang akan lebih baik jika kita berjalan menjauh? Hidup ini hanyalah sebuah pilihan. Tidak ada pilihan tanpa resiko. Namun, tidak ada juga pilihan yang tanpa keuntungan. Baik atau buruk dari keputusan kita akan kita ketahui kelak setelah pilihan yang kita ambil kita jalani. Apapun yang terjadi, aku tidak akan menangis. Begitu pula dengan kamu.
Maafkan aku,
aku hanya ingin terbebas dari perasaan ini.
Selasa, 08 Mei 2012
kunci kehidupan
Hidup itu bukanlah sebuah beban. Kalian akan mengerti.. ketika.. membaca semua kata dan tanda baca dalam sebuah paragraf dengan baik dan benar. Haha nggak deng, bercanda :)
Hidup itu bukanlah sebuah beban
Ketika kalian sudah menemukan kunci dari kehidupan kalian itu sendiri
Saat itulah kalian akan selalu menemukan cahaya
Saat kalian terdampar,
Saat kalian berada dalam ruangan sempit,
Saat tenggelam, saat kegelapan menyergap,
Saat kesedihan memeluk diri kalian dengan erat
kalian hanya perlu mengeluarkan kunci dan segera keluar.
Ikhlas.
lagi lagi purna budaya
halo (!)
malam ini seharusnya aku sedang mengetik menulis surat lamaran untuk tugas komunikasi bisnis esok hari. Tapi kenyataannya aku kembali (lagi) membuka blog dan gatel banget pengen nulis. Hari ini kegiatan full dari jam7 pagi sampai jam stngah10 malam tadi. Capek tapi worth it kok.
heemm..
Yang paling berkesan hari ini adalah saat kembali menepi di purna budaya. Gatau deh gatau beneran gatau tapi itu berkesan dan nyenengin banget. Kuliah di kelas seperti biasa lah yaw, ngantuk ngantuk bahkan hampir tidur di kelas MSDM terus lanjut les LIA dan mood agak sedikit banyak naik gara-gara nilai TOEFL yang lumayan bagus dan goes up. Bismillah! sedikit lagi pasti bisa nyampe target ;))) -oke, balik lagi ke purna budaya- kayaknya nih yah, purna budaya itu punya sesuatu yang bisa bangkitin semangat deh. Gatau deh tapi gatau yah, itu cuman menurut aku dari seribu turutan turutan yang ada. Ah, ngawur deh. Ah! tapi tadi kumpul humas MB UGM seru banget. Kita keluarga dengan rumah purna budaya dan akan selalu begitu yah :)
Oke, nanti pasti akan aku share tentang para humas-ers MB UGM.
Buat sekarang, plis doain supaya ini blog gak manggil manggil minta di update posting-annya :p
(penambah) semangat!
"Masalah itu akan selalu ada. Namanya juga hidup. Nikmatin aja setiap langkah penyelesaiannya"
"Bahagia itu sederhana kok"
"Hey, jangan cemberut. Masalah ditempat lain gabole dibawa ke tempat lainnya. Nikmatin setiap momen yang lo punya"
"Jangan pernah menyalahkan orang lain sekalipun itu kesalahan orang lain. Itu tandanya lo udah dewasa"
"Menjadi orang hebat tanpa diiringi dengan ibadah yang baik gak akan ada gunanya. Kita butuh kebahagiaan di akhirat juga. Jangan pernah lupa"
"Selalu jaga perkataan dan sikap. Kita gak pernah tau isi hati orang"
"Pake kerudung itu cantik lo, beb"
oleh: orang-orang hebat
"Bahagia itu sederhana kok"
"Hey, jangan cemberut. Masalah ditempat lain gabole dibawa ke tempat lainnya. Nikmatin setiap momen yang lo punya"
"Jangan pernah menyalahkan orang lain sekalipun itu kesalahan orang lain. Itu tandanya lo udah dewasa"
"Menjadi orang hebat tanpa diiringi dengan ibadah yang baik gak akan ada gunanya. Kita butuh kebahagiaan di akhirat juga. Jangan pernah lupa"
"Selalu jaga perkataan dan sikap. Kita gak pernah tau isi hati orang"
"Pake kerudung itu cantik lo, beb"
oleh: orang-orang hebat
Paris dan Surga
Senin, 07 Mei 2012
(Mungkin) Tidak Berjodoh
Ada saat dimana dua sejoli saling menikmati kisah diantara mereka. Kata kebanyakan orang, saat itu ialah saat dimana dunia hanya milik berdua. Omongan yang keluar dari mulut orang lain akan berjalan masuk ke telinga kanan lalu mengikuti cahaya terang ke arah telinga kiri dan berakhir keluar kembali bersama angin. Bukan maksud ingin menyepelekan, tetapi saat dua sejoli mabuk kepayang, saat itu mereka membentuk dunia mereka tanpa mau ada orang yang masuk berkontribusi.
Sayangnya, dua sejoli ini tidak memiliki kisah kasih yang sama seperti kebanyakan sejoli-sejoli lainnya. Mereka tidak memiliki status, mereka tidak memiliki hak untuk marah satu sama lain, mereka tidak memiliki hak untuk merasa saling memiliki, mereka... hanya tidak memiliki hak antara satu dengan yang satunya.
Inikah yang dinamakan percintaan saat beranjak dewasa? Seperti yang salah satu dosenku bilang, "saat kalian beranjak dewasa dan menapaki umur 20, kalian akan mencari satu sosok dan berpikir siapa dia, bukan lagi siapa aku yang akan memacari seorang dia." Inikah yang dinamakan berlogika saat mencintai? Saat ingin sekali mengikuti perasaan namun begitu sulit.
Dua sejoli ini memiliki kerangka berpikir yang hampir sama bahwa mereka tidak pantas untuk menjadi sepasang kekasih satu sama lain. Entah karena begitu banyak kekurangan, entah karena banyaknya kelebihan, entah karena siapa 'dia' dan siapa 'aku'. Then, who care? well, the guy does. Hal inilah yang membuat tembok besar berada di antara mereka. Tanpa disadari, dialah yang membangun tembok itu. Perasaan akan ke'tidakpantasan'nya untuk bersama dengan si wanita. Hal ini yang berakar menjadi ke'tidakpercayaan' si wanita terhadap pria itu. Dua sejoli yang terlalu banyak berpikir untuk menjadi satu.
Akan tetapi tembok itu tidak dibangun sekokoh pemikirannya. Perasaan kuat dari dua sejoli ini membuatnya rapuh lalu hancur sedikit demi sedikit karena kedekatan mereka. Keropos menjadi serpihan kerikil yang sulit tertiup angin. Jika kedekatan ini hanya untuk sementara, ketika tembok telah runtuh maka akan terbangun tumpukan kerikil yang kembali menjadi penghalang di hadapan mereka. Tapi, entah alasan apa yang membuat mereka terus mempertahankan tembok itu. Hanya masing-masing dari merekalah yang tau.
Hari ini, pria itu menarik dirinya keluar untuk menjauh. Mungkin inilah, saat dimana dia tau kalau jarak mereka sudah terlalu dekat. Inikah yang dia inginkan? Bahkan meruntuhkan tembok untuk menjadi kerikil saja tidak ia lakukan.
ini, untuk dia.
pria tidak bernama dari wanita yang (mungkin) tidak akan menunggu.
Langganan:
Komentar (Atom)



