Aku menarik panjang nafasku. Mencoba menghilangkan sesak yang daritadi berselimut memenuhi setiap rongga di tubuhku. Aku mendorongnya kuat-kuat, mengusir kesedihan ini pergi dari malamku yang hening.
Tidak, sudah tidak bisa lagi. Terlanjur sudah aku mengizinkan dia masuk dan membiarkannya mencincang habis hatiku sampai ke akarnya. Lantas penyesalan pun sudah tidak berarti lagi.
Cinta. Itulah kata orang, suatu hal yang dapat membuat kita melayang terbang tanpa sayap, tidak peduli dengan cemoohan orang bahkan membanggakan apa yang tidak sepatutnya. Ya, karena kebutaan dari cinta itulah.
Aku sempat merasakannya, terbang melayang bersama buaiannya, berlari di antara bintang yang menerangi malam, memandangi langit biru yang selalu cerah dalam kebersamaannya. Bahkan merasakan hangat tangannya yang kuat menggenggam tanganku.
Kini, aku pun merasakannya. Jatuh terhempas ke dasar tanpa air di dalamnya karena lima deretan huruf yang sudah tidak bisa lagi kueja. Terlalu sakit untuk kembali menyusun deretan huruf yang sekarang sudah tercecer di hadapanku.
Aku tidak memintanya datang, sama sekali tidak. Mengharapkannya pun tidak pernah.
Tolonglah, hentikan air mata ini. Seberapa banyak pun aku meneteskannya, aku tau aku tidak akan bisa memilikinya kembali. Seberapa besar pun pengorbananku untuknya, aku tau Engkau tidak akan mengizinkanku lagi untuk menjaganya. Seberapa lama pun aku mengurung diri ini disini, aku tau Engkau tetap tidak akan membiarkan aku untuk melihatnya atau sekedar mengintipnya dari kejauhan.
Terlalu sakit melihatnya pergi, terlalu sulit mengetahui aku tidak akan mendengar tawanya lagi. Terlalu berat melihatnya terbaring di tanah coklat yang pas-pasan untuk ukuran tubuhnya, di dalam kesendirian. Terlalu perih membayangkan tidak ada lagi suaranya untuk aku dengar bahkan kutertawakan. Terlalu sedih rasanya karena tidak ada lagi jari jemari yang selalu menyempurnakan genggaman ini. Terlalu.. terlalu banyak kenangan yang sudah terpatri dalam memoriku.
Aku yang tidak memintanya datang, bisakah Engkau kembalikan hati yang telah tersakiti karena kepergiannya ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar