kami menamai diri kami seorang pemimpi
kami bisa membuat impian setinggi langit, seluas cakrawala, sedalam samudera, sepanjang jalan Anyer-Panarukan, bahkan melebihi jarak batas pandang kalian
kami bisa menggambar dari ribuan titik menjadi jalan indah untuk ditelusuri
tidak dapat terlihat, terlalu jauh hingga angan-angan cukup lelah mengejarnya
sekali lagi, kami hidup dari bermimpi
anak jalanan itu, berjalan tersenyum dengan beribu impian dipundaknya
kami tidak kenal si kecewa, juga tidak kenal pula si amarah
kami berteman baik dengan si senyum
kami mendaki undakan tangga dengan tetesan keringat
tangan hitam legam karena paparan raja siang, kami gunakan untuk menyekanya
mereka membantai kami, raja itu,
mengajak si lelah keluar dari peristirahatannya
Tapi..
kami masih pemimpi
kami masih pemimpi
ya, kami masih pemimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar