Gadis itu bahkan kini tengah hidup sendiri. bahkan, dia tidak pernah menyukai kesendirian itu. sekalipun beribu inspirasi akan datang, namun ia tetap membenci kesendirian. dengan kesendirian, dia akan mulai menerawang jauh, jauuuuuuuh sekali tentang segala impiannya. lalu kesedihan akan datang, karena ia tau waktu dia tidaklah banyak. kehidupan ini akan segera berakhir terkubur bersama dengan impiannya.
Saat ada kesempatan menuju mimpi, selalu juga ada halangan menghampiri. gadis itu memilih untuk kembali masuk ke dalam dunia glamour para eksekutif. kembali mencoba menyocokan diri dengan segala budaya dalam tempat yang sempat ia tinggalkan dahulu. begitu penuh pemikiran intelektual nan logis. namun, ia selalu balik lagi ke dalam dunia mimpi tempat ia bersinggah, melepaskan penat dan tertawa dengan segala lawakan yang mana bagi mereka tidak bermutu namun bagi sebagian orang berharga untuk ditekuni. sayangnya, dunia impian itu tidak direstui oleh orang paling penting dalam kehidupan gadis itu. dan keputusannya adalah kembali lagi ke dalam realita, dunia logis tempat para orang sibuk dengan kesendirian, ketenaran, dengan bubuhan secuil keegoisan yang tersirat. Gadis itu lalu tertawa kecil dengan keputusannya. Dia mulai menaruh sedikit demi sedikit bubuk pikiran bahwa ia akan baik-baik saja dengan segala resiko yang menempel di punggungnya sekarang.
Terkadang terlintas di pikirannya.. langkah siapa yang sebenarnya sedang ia tapaki? langkahnya? atau langkah orang lain?
sekarang, dia tau, betapa pentingnya kata tidak dalam kehidupan ini. gadis itu kini berjalan menjauhi bayangannya. terlanjur sudah ia memilih jalan satu alur. there is no way back. peribahasa "tidak pernah ada kata terlambat" kini tidak bisa membantunya. mungkin akan ada belokan untuk putar arah di ujung jalan sana. sayangnya, gadis itu tidak melihat ujung jalan bakal penyelamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar