Begini rasanya sakit. menunggu seseorang yang seharusnya tidak ditunggu. mengatakan hati-hati di jalan yang seharusnya tidak penting. apalah gunanya bertingkah sok peduli. being nice is not always wise. itu adalah sebuah pelajaran. dan aku mempelajarinya di mata kuliah negosiasi bisnis. sebagian orang berpendapat bahwa bangku kuliah itu bukanlah sebuah sarana yang dapat menentukan dimana kamu akan bekerja nantinya. tapi membantumu menemukan jati dirimu, membantumu menemukan teka-teki apa arti kebaikan dan kejahatan sesungguhnya dan dimana kamu harus berdiri. sepertinya, aku mulai mengerti. pertanda bahwa aku telah dewasa. benar kan? aku merasakan sakit hati. apa itu bukan dewasa? oh! aku tau, itu bukanlah tolak ukur kedewasaan. jika kamu putus dengan pacarmu atau kehilangan gebetanmu, maka dia bukanlah untukmu. percayalah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, siapa dan apa yang kita butuhkan. bukan siapa dan apa yang kita inginkan. Aku percaya akan hal itu. kupikir, aku tidak akan pernah merasakan sakit hati.
sepertinya tulisan ini mulai terdengar sedikit bumbu keegoisan. mungkin karena aku terlalu banyak dikecewakan atau terlalu peduli dengan orang-orang yang mengecewakanku. aku terlalu berdilema, terlalu agak lama mengambil keputusan, terlalu excited jikalau senang, terlalu murung jikalau sedih. entahlah, aku terlalu suka bertingkah terlalu. begitu pula dengan mengakhiri tulisan ini. aku terlalu gak sabar untuk mencukupinya, tapi aku terlalu semangat untuk terus ceplas ceplos. sayang, aku terlalu khawatir dengan nasib ujian besok, sehingga aku terlalu harus menyudahi basa-basi antah berantah ini.
selamat malam!
have a nice last minute in October!
imeliacynthia







.jpg)