Sabtu, 19 Juli 2014

Apa adanya aku.

Aku tidak pernah menuntutmu lebih, memintamu lebih, aku tidak keberatan merawatmu, aku tidak marah kamu acuhkan aku. Kamu bilang hidupku drama. Lalu kenapa? Bukankah kamu melarangku untuk marah karena kamu egois? Bukankah kamu ingin dimengerti karena menjadi dirimu sendiri? Maka, biarkanlah aku menjadi diriku sendiri. Biarlah orang bilang hidupku drama, biarlah orang bilang aku over protektif, biarlah orang bilang aku tidak cocok untukmu. Biarlah.. biarlah aku menjadi omongan orang karena selalu ingin tau apa yang kamu lakukan. Biarlah aku menjadi cemoohan orang karena ingin dijadikan layaknya ratu oleh prianya. Biarlah aku dimaki teman-temanmu karena selalu ingin bersamamu. Biarlah. Aku bahkan rela mati untukmu. Kumohon bukakan mataku.

Untuk lelaki yang sedang tidur.

Love,
imeliacynthia

Rabu, 09 Juli 2014

Alasanku mencintainya

Suatu hari aku bertanya pada pria di depanku, "kenapa yah kok kayaknya mimpi aku "too good to be true" terus? mau pulang kampung tanpa bawa beban skripsi aja gak dikabulin." Aku merengut. Lalu dia hanya tertawa tanpa ada renungan yang pasti, tanpa ada jawaban dari keresahanku. 

Pria itu adalah yang kini mendedikasikan hatinya untukku dan ikhlas membuang waktunya untuk menemuiku. Lihatlah kelakuannya. Seringkali dia hanya tertawa saat aku bercerita, sering pula dia hanya memegang tanganku saat aku sedih, atau bahkan dia memalingkan muka dan tidak kembali saat aku marah. Tapi aku tetap mencintainya. Dari sekian banyak "sering sering" yang dia lakukan, ada banyak "kadang kadang" yang tidak sering ia lakukan dan membuatku sadar aku mencintainya. Ada satu waktu dimana ia melakukan segala macam hal yang sedang tidak ingin aku lakukan tanpa harus memerintahnya. Ada pula satu waktu dimana ia memasang muka layaknya orang yang habis melakukan kesalahan dan meminta maaf. Ada juga satu waktu dimana ia mengatakan "aku cuman pengen sama kamu". 

Seringkali aku tidak percaya bahwa dia mencintaiku karena sifat cueknya. Percayalah, aku adalah tipe wanita "ftv" yang ingin dikejar saat marah, yang ingin dielus rambutnya, yang ingin dipuja, diperhatikan, serta dibuat nyaman layaknya ratu. Tapi aku tidak bisa tidak bangga padanya. Dengan sifat super cueknya itu, percayalah, dia akan menomorduakanku demi bola kesayangannya, demi skripsinya, demi membantu temannya, namun dia akan tetap berusaha untuk menebus kelakuannya itu, menomorduakanku. 

Aku tidak punya alasan untuk tidak mencintainya.
love,
imeliacynthia.  

Translate ;))