Sabtu, 20 Agustus 2011

janji jari kelingking raminten

Janji Jari Kelingking Raminten
Hati yang terkikis oleh tangan tidak bertanggung jawab
pelan-pelan kembali menemukan tempatnya untuk berlabuh

Puing-puing yang telah berserakan
kini kembali membentuk sebuah mozaik yang tak kalah indah dari sebelumnya

Aku
menemukan satu titik celah untuk mengibarkan sayap yang telah usang ini

Aku
kembali kunyalakan api secara perlahan namun pasti

Walau matahari telah tertidur pulas
namun kehangatan tetap terjaga
terasa sampai pada sumsum tulangku 

Walau langit berubah menjadi gelap
aku masih akan percaya
adanya tetesan air hujan jernih yang turun

ya, karena janji jari kelingking raminten yang terpatri pada memoriku sejak saat itu
kalian memang tidak sempurna
tapi terlalu berharga untuk dilepaskan


ini untuk kalian sahabatku, A dan N
dari I. 

*salam janji jari kelingking raminten*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate ;))