Hati yang terkikis oleh tangan tidak bertanggung jawabJanji Jari Kelingking Raminten
pelan-pelan kembali menemukan tempatnya untuk berlabuh
Puing-puing yang telah berserakan
kini kembali membentuk sebuah mozaik yang tak kalah indah dari sebelumnya
Aku
menemukan satu titik celah untuk mengibarkan sayap yang telah usang ini
Aku
kembali kunyalakan api secara perlahan namun pasti
Walau matahari telah tertidur pulas
namun kehangatan tetap terjaga
terasa sampai pada sumsum tulangku
Walau langit berubah menjadi gelap
aku masih akan percaya
adanya tetesan air hujan jernih yang turun
ya, karena janji jari kelingking raminten yang terpatri pada memoriku sejak saat itu
kalian memang tidak sempurna
tapi terlalu berharga untuk dilepaskan
ini untuk kalian sahabatku, A dan N
dari I.
*salam janji jari kelingking raminten*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar