apa yang terjadi malam ini akan kuceritakan nanti, ketika waktuku lebih banyak.
malam ini kubaca tweet seseorang tentang keikhlasan. aku terenyuh. iya, sangat malah. aku ingin menjadi seperti mereka. tapi mereka akan selalu berbeda denganku. atau, jika aku menjadi mereka, masih akan adakah sosok aku yang lainnya?
aku selalu dan selalu berusaha untuk ikhlas, mengikhlaskan semua yang harus aku korbankan. waktuku bahkan tubuhku. awalnya, semua itu tidaklah berat. aku nggak pernah memikirkannya. kata seseorang, ikhlas adalah ketika kita lupa telah memberikan sesuatu. ya, itulah yang aku rasakan dulu. ketika pengorbanan gak perlu dihitung-hitung, gak perlu disebut-sebut, karena ikhlas. aku ikhlas mengorbankannya. tapi sekarang? tubuh ini mulai rapuh.
entah sejak kapan semuanya berubah, hal yang tidak ingin aku pikirkan terus aku pikirkan. walau mereka berkata, tinggal sedikit lagi, inget pengorbanan lo selama ini..
aku bahkan nggak peduli. karena sekarang dan dahulu nampaknya berbeda 180 derajat. aku ikhlas dengan pengorbananku di waktu dulu hingga itu nggak akan mempengaruhi keadaan yang sekarang. sungguh, aku nggak peduli dengan pengorbananku di waktu dulu.
harapan.
entah harapanku apa.
menemukan satu asupan semangat dan kepercayaan diri?
terlalu besarkah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar