dear myself,
how are you? get well soon, please..
go get ready for a new chapter, it will be .. wow!
just..
get well soon! i mean, very very soon.
:p
Jumat, 27 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
another quote
"Just because you're free to say whatever you want, it doesn't always mean you should"
-somebody
surat untuk sahabat sayangs
aku nggak tau apa yang kamu lakuin selama ini
kita bermain, bercerita, juga bertengkar
aku menyadari kamu tidak pernah berbagi tentang siapa cintamu
bahkan aku menyerah,
dalam otakku, aku berpikir bahwa kamu belum sepercaya itu sama aku
atau kamu belum siap. atau, yah ada beberapa atau lainnya yang kamu nggak perlu tau :')
satu yang pasti, sosok itu sangat beruntung karena mendapatkan perhatianmu
kamu selalu menutupinya tapi selalu mengagung-agungkannya
kamu membuatku penasaran dengan caramu mencintainya
kamu berhasil membuatku tidak peduli siapa dia
aku senang melihatmu menyukainya
sungguh.
sampai hari ini,
kamu menceritakan sosok itu, kamu bongkar semuanya
kamu preteli daunnya satu persatu,
kamu ambil buahnya, kamu gigit, lalu kamu buang
kamu potong batangnya lalu kamu cabut sampai ke akar.
habis sudah, pohon yang selama ini kamu rawat dan kamu jaga sepenuh hati
kamu menceritakan semuanya, sekaligus.
kenyataan pahit nan menyakitkan
sosok itu terlalu.. ajaib.
dan kali ini aku merasakannya
rasa amarah, sedih, senang, semua perasaan yang ada di dunia ini
kecampuran yang membuatku mengeluarkan isi perutku
kamu seperti melempar ratusan kapas kemukaku
seharusnya nggak sakit kan?
tapi ada kalanya kapas itu mengenai mataku, dan perih
belum selesai perihnya, kamu melempar kertas
belum sempat aku membalasnya, kamu sudah melempar botol plastik
belum lagi aku membalasnya, kamu melempar bantal
dan aku terjatuh
aku menangis
aku menyayangimu, teman, sungguh.
tidakkah kau bantu aku untuk berdiri lagi, kawan?
kita bermain, bercerita, juga bertengkar
aku menyadari kamu tidak pernah berbagi tentang siapa cintamu
bahkan aku menyerah,
dalam otakku, aku berpikir bahwa kamu belum sepercaya itu sama aku
atau kamu belum siap. atau, yah ada beberapa atau lainnya yang kamu nggak perlu tau :')
satu yang pasti, sosok itu sangat beruntung karena mendapatkan perhatianmu
kamu selalu menutupinya tapi selalu mengagung-agungkannya
kamu membuatku penasaran dengan caramu mencintainya
kamu berhasil membuatku tidak peduli siapa dia
aku senang melihatmu menyukainya
sungguh.
sampai hari ini,
kamu menceritakan sosok itu, kamu bongkar semuanya
kamu preteli daunnya satu persatu,
kamu ambil buahnya, kamu gigit, lalu kamu buang
kamu potong batangnya lalu kamu cabut sampai ke akar.
habis sudah, pohon yang selama ini kamu rawat dan kamu jaga sepenuh hati
kamu menceritakan semuanya, sekaligus.
kenyataan pahit nan menyakitkan
sosok itu terlalu.. ajaib.
dan kali ini aku merasakannya
rasa amarah, sedih, senang, semua perasaan yang ada di dunia ini
kecampuran yang membuatku mengeluarkan isi perutku
kamu seperti melempar ratusan kapas kemukaku
seharusnya nggak sakit kan?
tapi ada kalanya kapas itu mengenai mataku, dan perih
belum selesai perihnya, kamu melempar kertas
belum sempat aku membalasnya, kamu sudah melempar botol plastik
belum lagi aku membalasnya, kamu melempar bantal
dan aku terjatuh
aku menangis
aku menyayangimu, teman, sungguh.
tidakkah kau bantu aku untuk berdiri lagi, kawan?
please, keep it a secret.
plis, enough teman enough
cukup ceritanya
aku gamau denger lagi
seberapapun penasarannya, tapi terlalu
kalian keterlaluan
kalian jahat
baru kali ini aku sampai muntah
baru kali ini aku nggak bisa berkata-kata, at all. sedikitpun
baru kali ini aku gatau harus ngapain
you are my friends, best.
it's okay
it's okay
it's okay
it's okay
it's okay
and i keep telling myself that it's okay
it's okay, isn't it?
cukup ceritanya
aku gamau denger lagi
seberapapun penasarannya, tapi terlalu
kalian keterlaluan
kalian jahat
baru kali ini aku sampai muntah
baru kali ini aku nggak bisa berkata-kata, at all. sedikitpun
baru kali ini aku gatau harus ngapain
you are my friends, best.
it's okay
it's okay
it's okay
it's okay
it's okay
and i keep telling myself that it's okay
it's okay, isn't it?
untitled
untitled.
iyah, karena gua gatau mau nulis dengan judul apa
karena sebenernya gue gabole nyeritain hal ini ke siapapun
karena gue dipercaya untuk ngejaga rahasia ini seumur hidup gue
rasanya tangan gue gemeter
jantung gue berhenti sampe gue keselek
kenyataan pait pait banget yang baru gue tau
dan ini pait banget
dan pait dan pait
sampai sekarang pun masih kerasa dan nggak ilang-ilang
tangan gue makin gemeter saat gue gabisa berbagi.
gue akan menyimpan cerita ini rapat-rapat
walaupun gue jatuh dan sakit
sekalipun banyak yang mengulurkan tangannya
gua akan mengikat mulut gue rapat dan berdiri sendiri
itu janjiku, sahabat .
ya Allah, kuatkan aku.
regards!
imeliacynthia
iyah, karena gua gatau mau nulis dengan judul apa
karena sebenernya gue gabole nyeritain hal ini ke siapapun
karena gue dipercaya untuk ngejaga rahasia ini seumur hidup gue
rasanya tangan gue gemeter
jantung gue berhenti sampe gue keselek
kenyataan pait pait banget yang baru gue tau
dan ini pait banget
dan pait dan pait
sampai sekarang pun masih kerasa dan nggak ilang-ilang
tangan gue makin gemeter saat gue gabisa berbagi.
gue akan menyimpan cerita ini rapat-rapat
walaupun gue jatuh dan sakit
sekalipun banyak yang mengulurkan tangannya
gua akan mengikat mulut gue rapat dan berdiri sendiri
itu janjiku, sahabat .
ya Allah, kuatkan aku.
regards!
imeliacynthia
Sabtu, 14 Januari 2012
quote of the day.
"jangan paksain hati lo buat ikhlas. biarin hati lo yang nemuin keikhlasan itu kelak."
*Dita Pratiwi, IE FEB UGM, 2010. seorang teman dan sahabat.
Jumat, 13 Januari 2012
seven days after
Satu minggu. Iya, setidaknya yang aku ingat sudah seminggu ini aku tidak mendengar kabar darinya. Tidak melihat tawanya yang renyah atau sekedar suaranya yang lembut. Tidak pernah lagi hapeku berdering karena telepon atau hanya sms darinya. Terakhir aku melihatnya berjalan di sekitaran gelanggang mahasiswa ugm. Selebihnya tidak ada lagi kabar.
Hari ini aku datang lagi ke tempat itu. Tempat bersejarah yang menjadi tempat latihan kami, marching band. Tempat yang pernah menjadi saksi bisu kebersamaan kami. Sempat aku merasa degdegan, sempat aku tidak ingin masuk. Tapi kata ke-profesional-an selalu terngiang dikepalaku. Ini hanyalah ujian hidup yang lainnya.
Aku sudah terlambat saat itu, aku mengambil tempat duduk paling dekat. Menenangkan diri lalu menengadahkan kepala. Dia, iya, dia persis duduk di depanku. Menjadi pandanganku sesaat, mengalihkan perhatianku. Aku bahkan bisa melihat raut mukanya dengan jelas. Dia memakai kacamata mempertegas penampilannya. Slayer hitam dipasangkannya di leher. Penampilannya yang seperti biasa namun dapat melepas rantai yang telah aku pasang kuat. Aku membalikkan badan, mencari orang untuk mengantarku kembali ke dunia nyata.
love,
Imeliacynthia
Hari ini aku datang lagi ke tempat itu. Tempat bersejarah yang menjadi tempat latihan kami, marching band. Tempat yang pernah menjadi saksi bisu kebersamaan kami. Sempat aku merasa degdegan, sempat aku tidak ingin masuk. Tapi kata ke-profesional-an selalu terngiang dikepalaku. Ini hanyalah ujian hidup yang lainnya.
Aku sudah terlambat saat itu, aku mengambil tempat duduk paling dekat. Menenangkan diri lalu menengadahkan kepala. Dia, iya, dia persis duduk di depanku. Menjadi pandanganku sesaat, mengalihkan perhatianku. Aku bahkan bisa melihat raut mukanya dengan jelas. Dia memakai kacamata mempertegas penampilannya. Slayer hitam dipasangkannya di leher. Penampilannya yang seperti biasa namun dapat melepas rantai yang telah aku pasang kuat. Aku membalikkan badan, mencari orang untuk mengantarku kembali ke dunia nyata.
love,
Imeliacynthia
Kamis, 12 Januari 2012
CIRI SIKAP MULIA
7 CIRI SIKAP MULIA:
yuk menata diri menjadi seorang yang lebih baik! :D
have a good day!
1. mengurangi selisih, sengketa(Imam As-Sayuti)
2. tidak mencari-cari kesalahan orang lain
3. menyadari & memperbaiki keburukan diri sendiri
4. tahan menderita & tidak banyak keluh kesah
5. berwajah ceria terhadap yang tua maupun yang muda
6. berbicara sopan dan bersikap santun kepada siapa saja
7. meminta maaf atas perbuatan khilaf dan salah
yuk menata diri menjadi seorang yang lebih baik! :D
have a good day!
Selasa, 10 Januari 2012
re-post (sepenggal cerita tentang ayah)
sepenggal cerita tentang ayah..
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Terima kasih PAPA,AYAH,BAPAK,ABI,ABAH.
*Semoga dengan Kisah ini membuat kita semakin sayang dan lebih berbakti juga hormat kepada orang tua kita,,Amien.
***
Wednesday, December 9, 2009 at 5:34pm
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Terima kasih PAPA,AYAH,BAPAK,ABI,ABAH.
*Semoga dengan Kisah ini membuat kita semakin sayang dan lebih berbakti juga hormat kepada orang tua kita,,Amien.
***
Itu copy-paste dari sebuah notes di facebook orang which is I dont know who. Sebenernya dia juga copy-paste dari orang lain. Wuuh, udah gak ketara deh ini tulisan siapa. but, I really like it. Tiba-tiba aja nemu pada suatu hari di bulan-bulan lalu, udah lama. kalo ada yang tau ini tulisan siapa, plis kasih tau yah :) then i'll write it.
I used to be a little girl to my dad, but now, i am a grown up girl. Sebenernya, aku juga tau, ya, aku tau papa adalah seorang yang sangat amat jaim, and I used to get it.
Setiap kali baca tulisan ini, aku kebayang banget betapa orang ini adalah seorang yang selalu care sama perasaan papanya yang mungkin selalu merasa dinomor duakan oleh anak-anaknya. Berkali-kali pun aku membaca tulisan ini, tidak pernah mataku tidak menitikkan airnya. Tahukah apa yang ada dipikiranku setiap kali aku membacanya? “ya, aku tau.”, “ya, aku tau.”, selalu kata itu yang aku lontarkan dalam hati ini. ya, aku tau.
Mungkin, untuk masuk dalam kategori ‘anak baik’, itu bukan aku. Ada masa dimana, ya, aku ingin menjadi seperti yang kau inginkan, apapun itu. ya, aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Ya, aku akan melakukan apapun untuk menjadi kebanggaanmu. Tapi masa pun ada kalanya berubah, dimana aku bosan menjadi putri manisnya yang penurut, masa dimana aku ingin menjadi apa yang aku inginkan, masa dimana akulah penentunya, masa dimana aku berani untuk melontarkan kata ‘tidak’ padanya.
Tidak, sebetulnya, aku masih memimpikan masa itu. ya, aku masih menjadi gadis kecilnya yang penurut, yang akan melakukan segala perintahnya, yang akan menuruti kemauannya. Entah kapan diri ini berani untuk mengatakan “tidak, tidak seperti itu. aku tidak menginginkan menjadi seperti itu.” setiap kali aku ingin mengatakan hal itu, akan terpikir olehku bagaimana ia menuntunku, yah, tidak jauh dengan tulisan diatas, berpikir bagaimana ia mencari nafkah, bagaimana ia berusaha untuk menuruti segala kemauanku sejak aku kecil, bagaimana khawatirnya ia. Ya, tepat sekali dengan tulisan diatas. Itulah mengapa aku menangis. Meneteskan setiap kecil titik air dari mata ini karena ketakutanku, karena betapa inginnya aku menjadi anakmu yang penurut, bagaimana aku ingin menjadi kebanggaanmu, dan bagaimana besar pula keinginanku ..
regards!
imelia cynthia
ditulis tanggal 15 Juli 2010
biar bangun solat subuh
via bbm
11.56 pm
I: ah betek ah
B: biar gak betek pengennya ngapain? hayo?
I: pengen jalan-jalan
B: lah.. udah malem, besok aja :D
I: yaaaah
B: udah gausa terlalu dipikirin
I: aaaaarrgh betek
B: malem-malem kok betek? pamali. senyum doong :)
I: masa sih pamali?
B: iya kayaknya, udah sana tidur biar gak betek
I: maleees
B: semangat ah! jangan pagi-pagi tidurnya, takut gak bangun subuh ntar :) oke?
I: oiya! *siap-siap tidur*
11.56 pm
I: ah betek ah
B: biar gak betek pengennya ngapain? hayo?
I: pengen jalan-jalan
B: lah.. udah malem, besok aja :D
I: yaaaah
B: udah gausa terlalu dipikirin
I: aaaaarrgh betek
B: malem-malem kok betek? pamali. senyum doong :)
I: masa sih pamali?
B: iya kayaknya, udah sana tidur biar gak betek
I: maleees
B: semangat ah! jangan pagi-pagi tidurnya, takut gak bangun subuh ntar :) oke?
I: oiya! *siap-siap tidur*
Amarah
bagaimana menggambarkannya?
iya amarah itu,
berteriak masih juga memikirkan jika mengganggu orang disebelah
melempar barang pun rasanya enggan
bagaimana memberitau dunia?
iya amarah itu,
agar semesta tau hati ini tersakiti
agar setiap insan bisa menjaga setiap umpatan yang keluar dari mulutnya
bagaimana agar mereka mengerti?
iya, tentang amarah itu
hingga mulut ini bungkam seribu bahasa pun mereka tidak menyadarinya
terkekeh kekeh masih mereka dengan mulut buayanya
iya amarah itu,
berteriak masih juga memikirkan jika mengganggu orang disebelah
melempar barang pun rasanya enggan
bagaimana memberitau dunia?
iya amarah itu,
agar semesta tau hati ini tersakiti
agar setiap insan bisa menjaga setiap umpatan yang keluar dari mulutnya
bagaimana agar mereka mengerti?
iya, tentang amarah itu
hingga mulut ini bungkam seribu bahasa pun mereka tidak menyadarinya
terkekeh kekeh masih mereka dengan mulut buayanya
apa yang salah?
hingga hati ini masih saja diam
semua penat, segala kesedihan, ketidak adilan bahkan ocehan tajam mereka
masih juga terduduk diam, hanya pasrah mendengarkan
semua gunjingan mereka,
tidak terima memang
tapi bagaimana?
amarah ini terpaku, terpatri dalam hati
dipaksa, digali, ia terus masuk masuk dan semakin masuk
hingga hati ini busuk dan akhirnya mati.
siapa yang salah?
enggan
kesekian kalinya..kaki ini enggan melangkah
mata ini enggan memejam,
badan ini enggan merasakan dinginnya udara luar
Minggu, 08 Januari 2012
selamat pagi!
Hey readers,
Sudah pukul tiga pagi
Ujian take home antropologi dasar ku sudah berhasil rampung malam ini
Bahan ujian statistika untuk hari senin nanti pun sudah dicicil
Kumatikan lampu bersiap untuk tidur
Mengistirahatkan mata yang lelah dipakai bekerja seharian
Namun, masih juga kubuka hapeku sebelum benar-benar terlelap
Aku membuka twitter dan melihat timeline sekilas
Tidak ada dirinya
Lariku ke kolom search lalu mengetik namanya
Lagi, aku membaca tweet-tweet nya
Lagi, aku merasa amat bodoh
Sudah pukul tiga pagi
Ujian take home antropologi dasar ku sudah berhasil rampung malam ini
Bahan ujian statistika untuk hari senin nanti pun sudah dicicil
Kumatikan lampu bersiap untuk tidur
Mengistirahatkan mata yang lelah dipakai bekerja seharian
Namun, masih juga kubuka hapeku sebelum benar-benar terlelap
Aku membuka twitter dan melihat timeline sekilas
Tidak ada dirinya
Lariku ke kolom search lalu mengetik namanya
Lagi, aku membaca tweet-tweet nya
Lagi, aku merasa amat bodoh
Jumat, 06 Januari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
stupid thing
tahun sudah berganti, tapi dia masih berputar dalam pikiranku
tell me what to do, please..
tell me what to do, please..
new year's eve
pergantian tahun ini masih bersama dengan anak-anak marching band.
tahun ini penuh dengan segala kenangan manis pait asin sama temen-temen marching band. tahun yang berat juga mengesankan.
setiap tetes keringet, setiap tawa dan tangisan. berkumpul menjadi satu perhiasan kasat mata.
Turi, daerah kaliurang atas, Yogyakarta menjadi tempat pilihan kita menghabiskan malam tahun baru. jauh dari keramaian memang. sebuah desa yang masih bersih tanpa asap polusi, segar dengan pepohonan yang masih hijau. kami membuat keramaian dan kesenangan sendiri. masang kembang api, nonton film horor, dan makan.
sayangnya, mood ku sebenernya lagi random maksimal, antara galau dan berusaha untuk terlihat "baik-baik saja". karena, cahya juga ada disana. yang paling sulit adalah ketika bertemu dengannya dan harus masang tampang "hey, i'm fine" di depannya.
back to the topic..
perjalanan ke Turi kami mulai sekitar pukul 09.00 malam kalo nggak salah. atau jam10.00. aku agaknya sedikit lupa soal keberangkatan kita. soalnya, kita udah janjian dari jam7 malem, tapi ada beberapa yang telat-telat dan semacamnya. jadi, baru bisa berangkat pas udah larut. perjalanan ke Turi ternyata jauh juga yah, lumayan. gak kebayang kalo mba arin (sang tuan rumah acara ini) pulang latian, pulang rapat yang bisa sampai jam1 dini hari. dinginnya apalagi. freezing!
belum lagi, aku, bagus, ela, sama ical pake acara kepisah dari rombongan dan kita nyasar. oh well, tadinya udah mau balik lagi aja nih k Jokja. secara, jalanannya sepi dan gelap banget. woow. dengan berbagai pertimbangan dan sms sms sms sms jemput jemput akhirnya kita bisa sampai di tempat mba arin dengan selamat.
11.45
masih pada nonton TV yang ngasih berita tentang limbad
11.50
masih juga nonton limbad
11.55
masih juga nonton limbad
sampai pada akhirnya ada yang bilang, "eh, countdown nih!" kita ninggalin limbad yang entah gimana keadaannya. sadar apa nggak (sampai sekarang pun gua gatau ._. )
then..
02.00 am .."
satu persatu anak-anak mulai memasuki dunia mimpi.
tahun ini penuh dengan segala kenangan manis pait asin sama temen-temen marching band. tahun yang berat juga mengesankan.
setiap tetes keringet, setiap tawa dan tangisan. berkumpul menjadi satu perhiasan kasat mata.
Turi, daerah kaliurang atas, Yogyakarta menjadi tempat pilihan kita menghabiskan malam tahun baru. jauh dari keramaian memang. sebuah desa yang masih bersih tanpa asap polusi, segar dengan pepohonan yang masih hijau. kami membuat keramaian dan kesenangan sendiri. masang kembang api, nonton film horor, dan makan.
sayangnya, mood ku sebenernya lagi random maksimal, antara galau dan berusaha untuk terlihat "baik-baik saja". karena, cahya juga ada disana. yang paling sulit adalah ketika bertemu dengannya dan harus masang tampang "hey, i'm fine" di depannya.
back to the topic..
perjalanan ke Turi kami mulai sekitar pukul 09.00 malam kalo nggak salah. atau jam10.00. aku agaknya sedikit lupa soal keberangkatan kita. soalnya, kita udah janjian dari jam7 malem, tapi ada beberapa yang telat-telat dan semacamnya. jadi, baru bisa berangkat pas udah larut. perjalanan ke Turi ternyata jauh juga yah, lumayan. gak kebayang kalo mba arin (sang tuan rumah acara ini) pulang latian, pulang rapat yang bisa sampai jam1 dini hari. dinginnya apalagi. freezing!
belum lagi, aku, bagus, ela, sama ical pake acara kepisah dari rombongan dan kita nyasar. oh well, tadinya udah mau balik lagi aja nih k Jokja. secara, jalanannya sepi dan gelap banget. woow. dengan berbagai pertimbangan dan sms sms sms sms jemput jemput akhirnya kita bisa sampai di tempat mba arin dengan selamat.
11.45
masih pada nonton TV yang ngasih berita tentang limbad
11.50
masih juga nonton limbad
11.55
masih juga nonton limbad
sampai pada akhirnya ada yang bilang, "eh, countdown nih!" kita ninggalin limbad yang entah gimana keadaannya. sadar apa nggak (sampai sekarang pun gua gatau ._. )
then..
HAPPY NEW YEEAAARRR!abis main main kembang api, anak-anak yang lain pada nonton. ela buat kerusuhan dengan menangis setelah kita "make a wish". alhasil, aku, ela, ical, beijes gak ikutan nonton tp saling menenangkan diri. apalagi pas tau filmnya coming soon. makin lah kuurungkan niat buat nonton. faktanya adalah kita berempat lagi kacau banget mood-nya. everybody has a secret.
02.00 am .."
satu persatu anak-anak mulai memasuki dunia mimpi.
new year's eve (selingan)
12.05 pm
Masih di Turi,
Sampai sekarang, pergi ke merapi view masih juga berupa rencana. Beberapa orang masih serius dengan urusannya masing-masing. Satu dua orang makan salak di meja makan. Beberapa orang nonton hangover 2, yang lainnya tidur sambil dengerin lagu. Sisanya bercakap cakap ramah di teras depan rumah. Aku? Ya ini, mencari kesenangan sendiri menulis di blog.
"Solat mel, solaaat"
Oh well, ibadah dulu yah readers!
Masih, harapannya, hari ini kuat ngelewatin satu hari bersama .."
"Mel! Cepetan gak solat!" Aim (temen marchingku) marah ceritanya
"Iya iyaaa ngaiiiims"
*be right back*
Masih di Turi,
Sampai sekarang, pergi ke merapi view masih juga berupa rencana. Beberapa orang masih serius dengan urusannya masing-masing. Satu dua orang makan salak di meja makan. Beberapa orang nonton hangover 2, yang lainnya tidur sambil dengerin lagu. Sisanya bercakap cakap ramah di teras depan rumah. Aku? Ya ini, mencari kesenangan sendiri menulis di blog.
"Solat mel, solaaat"
Oh well, ibadah dulu yah readers!
Masih, harapannya, hari ini kuat ngelewatin satu hari bersama .."
"Mel! Cepetan gak solat!" Aim (temen marchingku) marah ceritanya
"Iya iyaaa ngaiiiims"
*be right back*
new year's eve (prolog)
PROLOG
1 Januari 2012, 06.52am
Di luar hujan, membuat turi semakin dingin. Kuputuskan untuk tidak tidur lagi. Kembali, mataku tertuju padanya yang sedang tidur. Dia tidak bergeming dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Lagi, aku mendapati kekonyolan diriku di pembukaan tahun 2012.
*to be continued*
1 Januari 2012, 06.52am
Di luar hujan, membuat turi semakin dingin. Kuputuskan untuk tidak tidur lagi. Kembali, mataku tertuju padanya yang sedang tidur. Dia tidak bergeming dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Lagi, aku mendapati kekonyolan diriku di pembukaan tahun 2012.
*to be continued*
Langganan:
Komentar (Atom)

