Satu minggu. Iya, setidaknya yang aku ingat sudah seminggu ini aku tidak mendengar kabar darinya. Tidak melihat tawanya yang renyah atau sekedar suaranya yang lembut. Tidak pernah lagi hapeku berdering karena telepon atau hanya sms darinya. Terakhir aku melihatnya berjalan di sekitaran gelanggang mahasiswa ugm. Selebihnya tidak ada lagi kabar.
Hari ini aku datang lagi ke tempat itu. Tempat bersejarah yang menjadi tempat latihan kami, marching band. Tempat yang pernah menjadi saksi bisu kebersamaan kami. Sempat aku merasa degdegan, sempat aku tidak ingin masuk. Tapi kata ke-profesional-an selalu terngiang dikepalaku. Ini hanyalah ujian hidup yang lainnya.
Aku sudah terlambat saat itu, aku mengambil tempat duduk paling dekat. Menenangkan diri lalu menengadahkan kepala. Dia, iya, dia persis duduk di depanku. Menjadi pandanganku sesaat, mengalihkan perhatianku. Aku bahkan bisa melihat raut mukanya dengan jelas. Dia memakai kacamata mempertegas penampilannya. Slayer hitam dipasangkannya di leher. Penampilannya yang seperti biasa namun dapat melepas rantai yang telah aku pasang kuat. Aku membalikkan badan, mencari orang untuk mengantarku kembali ke dunia nyata.
love,
Imeliacynthia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar