iya amarah itu,
berteriak masih juga memikirkan jika mengganggu orang disebelah
melempar barang pun rasanya enggan
bagaimana memberitau dunia?
iya amarah itu,
agar semesta tau hati ini tersakiti
agar setiap insan bisa menjaga setiap umpatan yang keluar dari mulutnya
bagaimana agar mereka mengerti?
iya, tentang amarah itu
hingga mulut ini bungkam seribu bahasa pun mereka tidak menyadarinya
terkekeh kekeh masih mereka dengan mulut buayanya
apa yang salah?
hingga hati ini masih saja diam
semua penat, segala kesedihan, ketidak adilan bahkan ocehan tajam mereka
masih juga terduduk diam, hanya pasrah mendengarkan
semua gunjingan mereka,
tidak terima memang
tapi bagaimana?
amarah ini terpaku, terpatri dalam hati
dipaksa, digali, ia terus masuk masuk dan semakin masuk
hingga hati ini busuk dan akhirnya mati.
siapa yang salah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar