Kamis, 02 Februari 2012

berbahagialah, kamu.


kepada kamu,
iya, kamu, bagaimana kabarmu disana? Mungkin kamu sedang mengobrol lalu tertawa riang sesekali menampakkan gigimu yang rapih, atau menangis seperti yang pernah kamu perlihatkan padaku, wajah super ganteng nan jaim itu berubah ajaib bak anak kecil minta dibeliin balon. Marahkah padaku? Aku membocorkan rahasiamu :)
....
Aku merindukanmu.  Caramu marah dan meminta maaf.

aku masih ingat. Segala kenangan memori yang kamu pahat rapih, kuletakkan dalam otak juga hatiku hingga tidak ada yang dapat meraihnya. Kujaga baik-baik hingga saat ini, titik dimana aku ingin membawamu ke duniaku. 

Sore tadi, kubuka laci lemariku, ada sebuah buku berwarna pink, isinya tulisan-tulisan semasa smp. Ingat kan kamu suka warna pink? Dan aku selalu bilang kamu kayak banci *giggle*.  Ada banyak tulisan tentang kamu, kamu ingat? Saat kita bertemu di depan tukang soto sebelah sekolahku? Heem atau waktu kamu menjemputku di depan LIA? Pertama kalinya kamu memegang tanganku. Saat kita akan menyeberang. Dan kamu bertanya kenapa tanganku dingin sekali. Aku hanya menjawab “AC nya dingin di kelas.” Padahal itu karena jantungku berdegup kencang menahan tanganku yang sebenernya gemetar berada disampingmu. Ya, kamu memang tidak perlu tau. Setelah itu, kamu tersenyum. O ow, senyumanmu itu masih tertinggal tepat di depan mataku, terkunci seakan aku bisa melihatnya selalu. 

Atau saat kamu marah dan minta dibikinin puisi? You are too childish,u noe? Aku bulak balik merobek kertas karena tidak juga menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan penyesalanku. tapi, ya, akhirnya aku bisa menyelesaikannya kan? Satu puisi gotong royong bersama temanku hehe apa kamu mengetahuinya? Kalau itu bukan puisiku seorang diri. Jangan marah, maaf karena aku tidak memberitahumu lebih awal. Walau begitu, itu tetap cermin dari permintaan maafku, tenang saja.

Haaaaah, aku akan menghela napasku panjang. Panjaaaaaaaaaaaang sekali.  Mendapati diriku kembali ke permukaan. Bahwa kamu tidak akan pernah bisa membaca post ku ini. berada di alam yang berbeda, bagaimana disana? Aku terbiasa menceritakan segala macam hal kepadamu. Kamu tau? Benar kata orang, dunia ini begitu kejam. Agaknya, kamu beruntung tidak merasakannya.  Sedih rasanya tidak memiliki kamu lagi tapi bangga karena sempat mengenal kamu. 

Aku kini sudah menjadi wanita yang lebih kuat. Aku tidak menangis lagi. Aku akan tersenyum setiap mengingat kamu. Iya, selalu tersenyum. Ngebayangin muka kamu yang merah gara-gara malu diliatin temen-temenku haha aku bahkan tertawa. Tertawa melihatmu dan tertawa melihat muka temanku yang nggak percaya aku bersama denganmu. Seganteng itukah kamu? :p
.....
Aku ingin ngobrol denganmu. Sangat ingin.
Aku penasaran dengan wajahmu yang sekarang. Berubahkah? Atau kamu ikutan seperti boy band boy band itu? rambut coklat kriwil mu itu, aku bahkan masih ingat.

Huh
Sepertinya aku akan mulai gila jika meneruskan post ini. Aku sudahi saja. Mengenang masa lalu denganmu bukanlah sebuah beban lagi. Ada kebahagiaan yang membangkitkan semangat.  Kamu menghipnotisku dengan caramu mencintaiku.
Berbahagialah disana :)

-In memoriam, BNG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate ;))