Maybe this is the end of the story. (who knows?)
Malam itu, aku memutuskan untuk pergi ke wisma MM. Aku dengar keita sedang sakit dan akan istirahat di kamar hotel. Aku pergi ditemani oleh Adit, tapi dia menunggu di mobil karena terlalu malas berbasa-basi dengan para Japaners ini.
Sudah satu tahun sejak pertemuan aku dengan anak-anak HUE. Telponan via
line udah hampir gak pernah. Skype-an apalagi. Nyapa di twitter pun tidak seintensif dulu. Sekali-kali kita hanya saling nge-like foto atau status di facebook.
Sebelum naik ke lantai atas, aku mampir di resepsionis untuk bertanya tamu dari HUE atas nama keita ada di kamar nomor berapa. kan gak lucu kalo nanti nebak-nebak trus salah. Mana sekarang anak-anak HUE yang datang sudah beda jaman. Junior semua boook!
"Misi mas, murid HUE atas nama Keita ada di kamar berapa ya?"
"Keita siapa ya namanya?"
"hmm.. kurang tau mas, emang keita-keitaan gitu gak ada?"
"oh iya ada nih.. 306. Saya pastikan dulu dia ada di kamar atau tidak yah."
Lalu aku menunggu sejenak sambil dia menelepon kamar 306.
"ada mbak." aku hanya membalas dengan anggukan sambil tersenyum dan berjalan mengarah pada lift.
tok tok tok.. aku mengetuk pintu dan memanggil namanya, "keitaa" agak lama untuk Keita membuka pintu. mungkin karena dia sedang sakit jadi sulit bergerak (?).
"Imeruu!" dia menampilkan tawa khasnya. Terlihat sedikit malu-malu dan tampak surprised. Iyalah, aku udah gak ikut lagi kegiatan HUE. Saat ini bahkan udah kunjungan keduanya HUE lagi sejak aku ikut jadi tour guide mereka. Musim lalu, aku ikut hanya beberapa kali, sedangkan yang sekarang, blast! totally gak ikut sama sekali. Awalnya sempet ditawarin ikut sama Angga, IUP 2011 tapi lagi gabisa dan akhirnya gak ikut semua rangkaian acaranya. Nggak mau menyesal, aku main-main deh ke MM sekalian jenguk Keita. Tapi sayang, MM nya lagi sepi. Anak-anak HUE lagi dinner di luar. Untunglah siangnya aku udah sempet ketemu beberapa anak HUE yang aku kenal di kampus. Jadi, no reget!
Pertemuan aku sama Keita juga gak berlangsung lama. Keita lagi sakit dan butuh istirahat sepertinya. Selama pertemuan aku cuman senyum-senyum aja sama Keita. Haha. Salting lagi deh. Capek deh.. nggak deng, bingung aja mau ngomong apaan. Ngomong inggris dia gak terlalu ngerti. Indonesia sama aja, Jepang akunya yang gak ngerti. Udah gitu Keita lagi pake masker. Makin sulit perbincangan antara aku dan Keita. Jadi, kita sudahi saja segala basa-basi ini. Aku memberikannya dodol lombok yang aku beli sebelum pulang KKN (by the way, aku belum cerita sama sekali tentang KKN...). Setelah itu, aku menyuruhnya istirahat dan pulang kembali ke pangkuan Adit.
A very short meeting.
Kupikir, Janji antara aku dan Keita hanya akan menjadi sebuah janji. Tidak ada sushi buatan Keita atau foto salju. Hei! tapi aku belum bilang kalau sekarang aku udah punya cowok. This girl finally got her precious boy.
FYI, waktu Keita manggil nama aku, dia nunjukkin tangannya yang lagi make gelang pemberian aku. agak speechless karena aku gak make handband dari dia ataupun gelangnya.
Well, aku masih nyimpen barang-barang itu di laci meja belajar. Tanda persahabatan.
See you, Keita..
imeliacynthia.

