Hai,
It’s been a while since.. no idea since
when. Last time we met? Or last time I wrote to you?
It’s raining outside and my mind flying away
to yours. How are you in there? Guess I miss you.
Now I’m with someone. Funny one. Gorgeous.
Smart. Though. He’s different with you. But He loves me. He just.. doesn’t do
whatever I want, but he does whatever I need. Do you like him? I guess you
will.
----
----
Hujan yang turun
saat ini sangat deras dan kerinduan perlahan menyelimutiku. Melindungi tubuh
ini dari dinginnya angin.
Aku merindukannya. Seperti rembulan merindukan malam. Namun siapa disangka? kamu yang muncul bersama dengan tetesan air dari langit.
Aku merindukannya. Seperti rembulan merindukan malam. Namun siapa disangka? kamu yang muncul bersama dengan tetesan air dari langit.
Ketika aku
berkata kamu akan selalu ada di hatiku. Kamu tidak pernah keluar. Kamu
benar-benar ada. Isn’t that funny?
Aku selalu
suka hujan. Di saat itu kamu selalu hadir dan mengingatkanku kalau aku tidak
sendiri.
Dengan
secangkir teh hangat, kamu melengkapiku, menginspirasiku.
Bagaimana
bisa aku baru menyadarinya? Kamu hidup dalam ingatanku.
Hanya ada
satu kalimat untukmu. Aku.. merindukanmu.
Merindukan
kehangatanmu. Tawamu. Senyummu.
Aku ingat
akan perhatianmu. Kalimat manismu, ucapan dari bibirmu.
Aku masih
bisa merasakan saat pertama kamu menggenggam tanganku.
Aku masih
bisa merasakan hangatnya cinta kamu.
Kamu..
Oh, God!
Aku merasa
menghianatinya saat mengingatmu.
Tapi..
melihatmu tersenyum seakan tidak ingin aku menghapus bayanganmu.
Kamu tidak
lagi memikul beban. Ada keikhlasan dalam senyummu.
Aku
menikmatinya. Sangat menikmatinya. Mengingatmu, saat kembali membuka lembaran
bersamamu,
membuka
halaman yang sudah lama sekali aku tutup.
Aku selalu
ingin bertemu denganmu. Kamu tau itu kan?
Maafkan aku
tidak ada di saat terakhirmu.
Maafkan aku
yang tidak berdaya untuk menggapaimu.
Bahkan saat
ini. Maafkan aku karena harus menghapusmu.
Aku
mencintainya. Kamu tau kan?
Aku tidak
ingin hatiku mendua. Bahkan padamu yang tidak lagi berwujud.
Seperti aku
tidak ingin meghianatimu. Seperti aku tidak ingin melihatmu bersedih. Seperti
aku tidak ingin kamu sakit. Seperti aku ingin sekali saat ini menggenggam
tanganmu. Mengelus rambutmu. Mencium keningmu. Melayanimu. Seperti itulah aku
padanya.
So, I guess we’ll find each other peace of
mind, don’t we?
Untuk kekasihku yang telah berpulang,
*ditulis saat 15 November 2013
*ditulis saat 15 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar