Tuhan menciptakan setiap individu dengan keunikannya masing-masing. Sifat buruk setiap orang akan menjadi penyelaras sifat baiknya. Seperti ilmu akuntansi, sisi kanan pada neraca harus sama dengan sisi kiri di neraca. Balance kalau kata orang-orang. Dan tidak ada yang sama. Mustahil di dunia ini individu yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.
Satu lagi sifatmu yang membuat aku sadar bahwa kita diciptakan berbeda. Termasuk dalam cara mencintai. Betapa keraspun aku memberitahumu bagaimana ingin aku dicintai. Kamu akan tetap seperti itu. Melalang buana seperti burung yang terbang bebas di angkasa lalu kembali untuk memberikan makan pada anaknya. Aku yakin, sang Ibu burung pasti mencintai anaknya. Toh, dia mencarikan makanan agar anaknya tumbuh dengan baik walaupun sang anak tidak harus ikut ibunya. Begitu pula dengan kamu. Kamu mencari segala jenis kegiatan. Lomba, seminar, nonton pidato beberapa orang hebat, bahkan berbisnis. Kamu tidak lagi menyisihkan banyak waktu untuk bersenang-senang denganku. Kamu mulai sibuk, waktumu habis untuk mematangkan diri sebagai pria. Kamu selalu bilang semua ini untuk aku juga. Saat kamu sudah memiliki cukup uang, kita bisa menikah, punya rumah, lalu membesarkan anak-anak yang hebat. Kamu bilang, kegiatan-kegiatan itu hanyalah awal untuk memulai kehidupan bersamaku. Jujur, aku terenyuh.
Kamu adalah orang yang penuh semangat. Kamu adalah sosok yang tidak ingin terlihat lemah. Tidak ingin kalah, selalu berusaha dan optimis. Aku bahkan tidak sungkan untuk berkata "Ayahku pasti suka denganmu". Kamu selalu melihat ke depan, selalu menyiapkan segala macam hal dengan matang. Kamu paham dengan segala resiko terkait keputusanmu. Bahkan saat aku marah, kamu hanya akan bilang bahwa kita udah sama-sama dewasa. Kita tau apa yang baik dan benar untuk diri masing-masing.
Kalau aku mencintaimu dengan cara menyediakan sarapan setiap hari, menanyakan keadaanmu tiap saat, menelponmu setiap malam saat kita terpisah jarak, menghampirimu saat marah.. dan kamu tidak. Aku tidak akan lagi menyalahkanmu. Aku tidak akan lagi menceramahimu karena aku merasa tidak dicintai hanya karena perlakuanmu yang berbeda dengan perlakuanku. Karena kita diciptakan berbeda. Begitu pula dengan cara mencintai. Aku tau kamu mencintaiku dengan segala usahamu. Walau kamu tidak menelponku tiap malam, walau kamu tidak selalu mengirimi aku pesan pendek, walau kamu tidak muncul di depan pintu kamarku untuk meredam amarahku, aku tetap percaya dengan perasaanmu. Dengan segala sikapmu yang rela menahan kantuk untuk bersamaku, dengan usahamu yang ingin mensejahterakanku, dengan kepercayaanmu memberikan aku tanggung jawab, dengan kedewasaanmu.
Bukanlah sebuah masalah untuk memiliki cara yang berbeda saat perasaan dalam satu tujuan.
with love,
imeliacynthia
Saya suka sekali dengan catatan anda. Berbahagia pria yang menjadi pilihan anda. Anda mencintai dengan pengertian
BalasHapusAlhamdulillah :")
Hapusterimakasih udah mampir dan baca catatan saya. Semoga kita bisa menemukan pasangan yang saling pengertian dan tentunya membahagiakan hehe
sealamat ya imelidaaaaa uda nemuin tambatan hati :"
BalasHapusWkwkwkw semoga pilihan tepat yak :"""
BalasHapus