Sabtu, 27 Agustus 2016

Hubungan “seperti ini”

Aku tidak mengerti bagaimana perasaan ini harus ku lukiskan. Mulutku bahkan tertutup tidak bisa berkata. Hanya kata "iya, aku memaafkanmu" atau "terimakasih sudah jujur padaku". Aku tidak bisa berhenti tersenyum di depanmu, bahkan ketika kalimat yang keluar dari mulutmu langsung menancap menggores hatiku. Membuka luka baru, dengan alasan yang sama. Aku terlalu jaim bahkan untuk menitikan air mata di depanmu. Kenapa Tuhan mengirimkanmu?

Tidak ada yang menyukai kejujuran ketika hal tersebut menyakitkan. Tidak ada pula yang menyukai penyesalan ketika kita tau kejujuran datang terlambat. Bolehkah aku tidak memilih? Bolehkah aku hanya ingin larut dalam perasaan ini tanpa pernah tau dirimu tidak punya tujuan untukku? Bolehkah kita mengulang semuanya dari awal dan membiarkan rasa ini menemukan jalannya? 

Aku tidak ingin memiliki rasa penyesalan nanti, tapi aku juga tidak ingin mengetahui kejujuran darimu. Bahwa kita hanya bisa seperti ini. "Seperti ini" yang tidak bisa aku dan kamu jelaskan. Kamu, seorang pria, berusaha menjadi yang terbaik bagi keluargamu. Kamu, seorang pria, yang bisa menjalani hubungan "seperti ini". Kamu, seorang pria, yang bisa berkata aku menyukaimu tapi aku akan melepasmu. Kenapa Tuhan mengirimkanmu?

Aku marah, entah pada siapa..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate ;))