Minggu, 28 Agustus 2016

Cinta Pertama

Teruntuk Neosanxa Glendafis..

Kata orang, cinta pertama gak akan pernah kita lupain. Kamu tau, Neo? Seseorang datang ke hidupku dan berkata aku adalah cinta pertamanya. Dia menyukaiku sejak kami masih bermain petak umpet, saat film sherina sedang tenar dan tidak ada permainan yang lebih seru daripada snake di handphone nokia atau the sims. Aku tersanjung, terenyuh, bangga bisa menjadi cinta pertama seseorang. Bahkan dia tidak tau aku selalu malu bertemu dengannya. Selalu menjaga image ku dan berusaha tampil yang terbaik di depannya. Entah perasaan apa itu. Aku hanya ingin terlihat sempurna di depannya. Kini dia kembali, mengutarakan isi hatinya, tapi dia tidak memintaku, dia hanya  mengutarakannya lalu pergi. 

Ingat cinta pertama, aku selalu teringat padamu. Mungkin kamu cinta pertamaku. Kamu yang pernah membuatku punya minpi, punya arti akan cinta. Membuatku ingin melakukan segala hal bersamamu. Apapun yang kamu lakukan, aku tertawa. Kamu pernah menjadi matahari bagi aku. Seperti air bagi tanaman. Aku membutuhkanmu di setiap detik kehidupanku. At least, itulah yang aku rasakan dulu. Pada cinta pertamaku. Kamu. 

Kamu tau, Neo? Dia seperti mesin pembuat tawa. Seperti bintang yang menyinari malam. Seperti itulah dia bagiku. Indah, bukan? Aku tidak ingin kehilangan bintangku..

Waktu sudah berlalu cepat. 10 tahun? Pas sekali, 2006, terakhir kita bertegur sapa. Kini, kamu sudah di duniamu, dan aku masih pada jalan yang fana. Sekarang, aku sangat ingin ngobrol bersamamu. Tentang cinta pertama. Tidak jarang aku dengar cerita tentang cinta pertama. Cinta pertama akan tetap menjadi cinta pertama, yang akan hangus berlalu bersama jaman. Jarang sekali aku dengar cinta pertama akan menjadi akhir cerita cinta seseorang. Dan aku takut.

Aku menyukai dia, Neo. Menyukai dia yang megatakan aku adalah cinta pertamanya. Bagaimana kalau aku hanya akan menjadi cerita dia? Cerita cinta pertama yang akan dilupakan setelah dia bertemu dengan yang terakhir? Seperti aku dan kamu. Kita tidak akan bersatu, kamu cinta pertamaku tidak akan pernah menjadi yang terakhir bagiku. Dengannya, aku tidak menginginkan akhir seperti itu.

Aku ingin bersamanya..
Menikmati kerenyahan tawanya, menggenggam tangannya. Mendekap tubuhnya menemui kehangatan. Menatap matanya lagi dan lagi. Keinginanku, apa terlalu berlebihan? Aku malu. Aku bisa tersenyum sendiri ketika bercerita tentang dia. Aku bisa melihat dia tertawa di depanku.. Jika boleh, aku tidak ingin menjadi cinta pertamanya jika harus berakhir seperti cerita kita.

Neo, apa aku dengannya akan berakhir seperti aku denganmu?

****

Love,
imeliacynthia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate ;))